A. Judul
Praktikum
Pengaruh Jumlah Eceng Gondok Terhadap Kecepatan Reaksi
Membersihkan Polutan Logam Berat Pada Perairan Tercemar di Desa Rangka Kidul,
Sidoarjo
B. Tujuan
Praktikum
Untuk membandingkan hasil kecepatan reaksi yang didapatkan
dari perbedaan jumlah eceng gondok pada masing-masing ember plastik, yang
kemudian diaplikasikan pada skala yang lebih besar dibanding ember plasrik.
C. Rumusan
Masalah
Bagaimanakah pengaruh eceng gondok dalam kecepatan
reaksi terhadap peranannya sebagai pembersih polutan logam berat?
D. Manfaat
Praktikum
Dengan adanya praktikum seperti ini, diharapakan dapat
menghasilkan manfaat yang besar. Salah satunya adalah untuk menghimbau pada
masyarakat, khususnya di Desa Rangka Kidul bahwa tanaman eceng gondok tidak
hanya memiliki dampak negativ yang dihasilkan dari dirinya.
E. Hipotesis
Semakin banyak jumlah eceng gondok pada perlakuan yang
diberikan pada masing-masing ember, maka semakin cepat pula penurunan
konsentrasi pada logam berat yang sebagai musuh dari eceng gondok.
F. Perlakuan
Variabel
1. Variabel Bebas:
Jumlah eceng gondok, kadar logam berat yang terdapat
pada air sumur.
2. Variabel Terikat:
Kecepatan reaksi penurunan konsentrasi pada logam
berat.
3. Variabel Kontrol:
Jenis air, usia eceng gondok, volume air, media
penampungan air, perawatan yang diberikan.
G. Alat dan
Bahan
1. Larutan Pb(NO3) sebesar 5 ppm
2. Ember plastik
3. Air sumur
4. Eceng gondok
5. Spektrofotometer Serapan Atom
H. Langkah
Kerja Praktikum
1. Menyiapkan lima ember plastik yang kemudian kita
tuangkan air sumur yang kita ambil dari salah satu sumur di Desa Rangka Kidul,
Sidoarjo ke dalamnya pada masing-masing ember.
2. Menambahkan larutan Pb(NO3) sebesar 5 ppm
ke dalam masing-masing ember plastik tersebut.
3. Kemudian memasukkan eceng gondok ke dalam ember
plastik yang telah berisikan air sumur dan larutan Pb(NO3) sebesar 5
ppm.
4. Masing-masing ember plastik memiliki perlakuan yang
berbeda, yaitu jumlah eceng gondok yang dimasukkan ke dalamnya.
5. Setelah beberapa hari atau minggu, hasil
konsentrasi diukur dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom pada
panjang gelombang 217 nm. Dan perlakuan tersebut dilakukan setiap kelipatan
hari pertama pengukuran. Hal ini dilakukan agar mendapatkan hasil yang lebih
valid.

0 comments:
Post a Comment